Kamis, 25 September 2014

My Point of view about Marriage

Ucapan selamat tinggal pada masa remaja seharusnya sudah aku ucapkan sejak aku mengarungi usia berkepala 2. sekarang umurku 22 tahun. Galau? iya galau. Kenapa aku galau? karena pengen nikah? bukan, bukan cuma itu. Karena sekarang aku berkeinginan harusnya bukan sekedar berkeinginan. Masa anak-anak yang jujur tanpa beban dan menyenangkan sudah lama lewat. Masa remaja yang badung juga baru saja sudah lewat. Kini aku masuk usia dewasa awal. Di masa dewasa ini dunia sosial dan personal dari diri menjadi lebih luas dan kompleks dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.
Masa dewasa masa dimana aku mempunya dorongan lebih kuat untuk menjalin hubungan yang akrab dengan orang, menjalin hubungan yang intim dengan teman hidup, dan berkeluarga. Penyelesaian masa studi dan berburu gelar sudah menjadi makanan wajib untukku. Semua itu untuk apa? ya, untuk hidupku, untuk hidup yang aku bangun sendiri bukan lagi di bawah payung perlindungan kedua orang tuaku. semua urusan yang sekarang masih menjadi tanggungan mereka akan dilimpahkan padaku dan teman hidupku sepenuhnya. Pasti, nanti pasti aku akan menikah.
Menikah adalah kesediaan sepasang individu untuk menjalin hubungan lahir dan batin yang kekal, dan diakui oleh agama, masyarakat, dan hukum. Kedengarannya simple dan menyenangkan bukan? Kita akan hidup bersama dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita. Berapa banyak waktu yang kita inginkan untuk bersamanya mudah saja untuk dilakukan. Tapi ingatlah, sepertinya menikah tidak sesimple itu. Menikah berarti aku bukan lagi sendiri, yang seenaknya melakukan hal yang ingin aku lakukan. Menikah artinya menyatukan dua individu dalam segala hal. Segala sesuatu akan menjadi lebih kompleks, emosional sebagai hal yang abstrak pun bisa menjadi masalah yang mengancam kapan saja selama 24 jam. Am I ready?
Mungkin ini baru point of view seorang yang masih awam aja tentang pernikahan. Baru bisa memandang ke arah itu. Mungkin baru mulai melangkahkan satu kaki untuk menujunya. Hubungan interpersonal yang spesial dengan lawan jenis pernah dan mungkin termasuk sering aku jalani. mengenal pribadi satu dengan yang lain. Setiap orang pasti berbeda. Dan aku akui aku juga mengalami kesulitan dalam hal yang lagi-lagi juga merupakan hal yang abstrak. Menyesuaikan kepribadian, dan berusaha untuk tidak membandingkan pacar dengan orang lain. ya, itu secara tidak sadar aku melupakannya. Aku sangat emosional dalam menjalin hubungan. Itu baru hubungan dimana aku dengan pacar hanya bertemu maksimal 8 jam, sudah sering bertengkar hebat. Tentu aku harus berpikir lebih jauh lagi kalau mau membehas tentang pernikahan. Thats it, baru satu masalah sudah rumit sepertinya. Di sana aku masih melihat banyak hal yang juga harus disesuaikan, bahkan semua hal. mulai dari gaya hidup, sampai hubungan keluarga besar. hmmm...
Sekarang aku baru melihat ke arah itu dengan menggunakan "keker". Namun fokusku bukan hanya sekedar ke sana, aku harus fokus dengan langkah kakiku yang sudah mulai melangkah. Studiku harus selesai demi mempertiapkan ke arahnya. finansial harus aku perbaiki demi ke arah sana juga, kepribadian pun juga hatus aku renovasi, dan memantapkan pilihan pada seseorang untuk menjadi partner perjalanan ku sampai destinasi "kami". Sampai saat ini perhatian ku masih tertambat pada seorang laki-laki yang menurutku tampan, tegas, dan bisa membuatku mengangguk pada kritik dan nasehatnya yang menjadikan aku dari pribadi yang sangat emosional pada pribadi  lebih baik :')

That's my point of view :)

Selasa, 09 September 2014

Do-Dolan ke FKY26

Hari Senin kemaren aku sama temen-temen nyempetin maen ke festival kesenian Jogja atau yang familiar dengan sebutan FKY. FKY26 itu bertemakan Dodolan. Punya dua makna lho itu, yang berarti jualan (dodolan) dan pada main (do-dolan). :) Antusiasme warga Jogja maupun pendatang yang tinggal di Jogja lumayan tinggi buat hadir ke event tahunan itu. Aku aja sampek ketemu beberapa temen lama di sana. Rame pokoknya ;D
Emang sih aku ma temen-temenku bisa dikatakan rada ketinggalan, Soalnya Selasa malem ini 9 September 2014 udah penutupan. Padahal kami udah punya rencana mau ke sana sejak akhir Agustus. Ah yasudahlaah...
Sebenernya hari Minggu pagi aku udah ngajakin temen-temen buat ke sana. Dengan harapan Minggu sore bisa langsung cus. Tapi apa boleh buat ada yang berhalangan hadir. Yaudah deh diundur Senin malem kami ke sana. Padahal aku udah tanya-tanya sama salah satu temen yang deket Ngasem plaza and agak eksis kalo masalah seni. Katanya Minggu malem ada perform bagus. Ah yasudahlaaaah lagi, kami melewatkan perform bagusnya..
Sore menjelang malam itu kita berangkat, ketemuan di TKP. Lalu lintas sekitar Ngasem Plaza ba'da Maghrib masih lancar-lancar aja. Aku bisa langsung parkir dengan lancar tanpa antri dan bingung nyari tempat parkir. Memasuki gerbang FKY suasana ramai, tapi masih belom padat. Aku bisa cepet langsung menuju ke sekitar panggungnya, soalnya aku janjian ketemuan sama 2 temenku di sana. Sebelum break isya aku sempet duduk di timur panggung and liat tari-tarian anak kecil. Baru deh pas break isya aku hengkang dari sekitaran panggung. Soalnya juga temen-temen yang laen udah nyampek dan tempat duduk di sekitaran panggung udah ga muat buat mereka. Aku milih hengkang nemuin mereka.
Kami langsung niat muter-muer stand FKY26 itu. Tapi naluri alay kami muncul secara tiba-tiba. Kami selfie dulu di depan gerbang FKY yang menjadi spot favorit orang-orang buat berfoto-foto. Menurutku desain gerbang FKY26 ini bagus, unik dan Jogja banget. Sekitar gerbangnya ada caping warna-warni yang ditempelin di dindingnya. Bagus kalo buat foto-foto. Khas banget, udah bisa menunjukkan ke orang-orang yang liat foto kita kalo kita lagi di FKY, walaupun tulisan FKY nya nggak diliatin. Tapi ada hal yang sangat aku sayangkan, mungkin pengunjung lain juga banyak yang menyayangkan hal ini. Gerbang FKY yang khas itu udah dipenuhin penjual makanan dan tukang becak yang ngetem di situ. Mungkin akibatnya bukan cuma bikin susah buat narsis, tapi juga soal keindahan dan ketertiban lalu lintas sekitaran plaza juga. hhhmmm Tapi kami puas-puasin aja deh narsis di situ. Situasi yang rame banget nggak jadi distroyer selama kami foto-foto. Anggap aja tema foto malem itu adalah keramaian dan kerumunan. haahaha..
Habis foto-foto kami mute-muter liat stand dodolan. Suasana di dalem ternyata makin rame dan udah padat. Sampek nggak ada tempat yang longgar dikit buat duduk. kami muter stand, liat-liat barang-barang dodolan yang kental akan unsur seni, semuanya unik. Tapi agenda kami liat-liat ma hunting barang-barang dodolan di situ agak nggak pw. Masya Allah padat banget pokonya. Ada yang bikin geli juga lho, salah satu temenku yang namanya cum-cum salah pakek sandal. Di situasi super padat gitu dia pakek wedges 11 cm. hahahaha. kebayang ga tuh pegelnya gimana. Ditambah harus jaga keseimbangan waktu jalan biar ga "kedegling" alias jatoh :v
Pas kami muter-muter stand waktu itu di panggung lagi ada pertunjukkan theater dari UNY. Kayaknya sih bagus. Aku cuma denger dari dialognya. Yang pasti keren lah, kalo nggak keren nggak mungkin manggung di sana. hehe..
Yah malam belum larut, tapi aku sama-temen udah capek ma pusing sama kerumunan yang makin padat. Belom ada jam 9 malem kami pulang. Padahal semakin malem performnya semakin keren. TapisSeneng udah bisa nyempetin maen ke sana. Sehari sebelom penutupan aja padatnya minta ampun, apalagi sekarang pas penutupan ya :) but itu menunjukkan antusiasmen masyarakat terhadap event kesenian dan budaya Jogja. I love Jogja :))

Simbok, Ami, Eka, Jur'ah, Cum-Cum, Pemi, Mbak rin
Ini lho yang makek wedges 11 cm hahaha :p