Jumat, 12 Juni 2020

Menikah



Menikah menurut saya bukan sebatas perkara bosan sendiri, menikah bukan sebuah euforia dan kesombongan "akhirnya laku juga", bukan pula kemewahan puluhan juta dalam sehari. Semuanya membuat berpikir terlalu dangkal dan melupakan dalamnya arti sebuah peristiwa pernikahan.
Menikah justru merupakan sebuah keberserahan diri pada Sang Pencipta, bahwa memang Ia akan mempertemukan kita dengan seseorang yang memang sudah tercatat di lauhul mahfudz, jauh, jauh sebelum manusia ada di dunia. Luar biasa.
Lalu peristiwa ijab qobul yang merupakan gerbang, akan mengubah suatu yang haram menjadi halal, dihadiri oleh saksi-saksi, bukan hanya manusia namun juga malaikat turut menyaksikan. Kalimat ijab qobul bukan hanya sebagai cuitan belaka namun itulah perjanjian sakral di hadapan Sang Pencipta, bahwa telah beralihnya tanggung jawab atas seorang wanita dari ayah kandung kepada laki-laki yang  kemudian disebut suami. Tunduklah sejak saat itu wanita yang menjadi seorang istri kepada suami sebagai surganya. Sangat sakral..
Sekali lagi, menikah bukan sekedar euforia apalagi kesombongan..
Kehidupan selama pernikahan, bukan merupakan akhir sebuah kegundahan dan menyambut suka cita belaka. Hidup dalam pernikahan sama seperti hidup saat masih sendiri, ada bahagianya ada juga masalahnya. Yang berbeda hidup dalam pernikahan semua dijalani dengan cara berbagi, berbagi kebahagiaan maupun berbagi masalah, pun dalam menyelesaikan masalahnya. Kata "saling" juga tak luput dalam hal menguatkan dan mengingatkan agar tetap berada di jalan-Nya. Kemudian hati menjadi tentram, kasih sayang tercurahkan, dan satu sama lain mampu menerima. Itulah harapan-harapan yang tersemat dari kata sakinah mawaddah warahmah.
Dalam prosesnya dua insan akan terus belajar. Belajar dan beribadah seumur hidup, dalam suatu pernikahan..
Masya Allah..
Aku mensyukuri peristiwa sakral yang telah terjadi di hidupku. 23 November 2019 menjadi awal hidup baruku, saat ayahku mengucapkan kalimat ijab dan dijawab dengan kalimat qobul oleh seorang lelaki yang kini selalu ada di sampingku, imamku. Semoga kita selalu berada di jalan-Nya :)

Kamis, 18 Mei 2017

Story of the day: Musik & Memori

Hal yang ingin aku curahkan ini sebenarnya sering dirasakan, namun hanya sekedar dirasakan. Siang ini aku mendengar lagu yang berjudul "Lirih" yang dinyanyikan oleh Ari Lasso dan tenar sekitar tahun 2006 lalu. Aku mendengarnya di sebuah pusat perbelanjaan, di suasana ramai, dan aku hanya sekilas saja mendengarnya. Namun rasanya tetap ada yang beda, walaupun aku mendengarnya di suasana yang penuh distraksi aku tetap merasa sangat akrab dengan lagu itu. Kenapa? karena saat lagu itu tenar aku sempat suka dan kala itu sering memutarnya. Salah satu alasanku dulu suka dengan lagu itu karena liriknya sesuai dengan suasana hatiku kala itu.

Sedikit bercerita, kira-kira akhir tahun 2006 itu adalah masa-masa aku merasakan yang namanya cinta monyet. Pertama kalinya aku tau yang namanya pacaran (walaupun sekarang aku geli sendiri kalau mengingatnya haha), waktu sedang senang-senangnya punya pacar yang mungkin bisa dibilang banyak disukai remaja seusia itu, pacaran dengan anak band yang beda sekolah. Tapi seneng-senengku ternyata ga berlangsung lama. Akhirnya aku patah hati juga. Sejak itu lah aku galau-galauan dengan lagu "Lirih". Lagu itu menjadi lagu wajibku setiap hari kalo lagi sendirian di kamar. Entahlah waktu itu masih kelas 3 SMP tapi kok ya kayak udah merasa dalem banget merasakan perasaan yang sedemikian rupa.

Back to present.. Sekitar beberapa menit yang lalu aku iseng download lagu itu lagi, langsung aku pasang headset dan aku dengarkan. Mulai dari petikan gitar yang terdapat di intro lagu itu rasanya udah membawa ingatanku ke 11 tahun ke belakang. Rasanya sangat lebay jika aku katakan dengan jujur, namun sungguh aku tidak melebih-lebihkan. Rasanya seperti semua memory saat itu ter-recall. Siapa orangnya, siapa saja orang-orang yang bersamaku kala itu, tempat-tempat yang sering aku datangi kala itu, hingga ingatan tentang partikel angin seperti kembali aku rasakan. Rasa sesak di dada karena ingatan itu memang nyata tapi aku menikmatinya. Aku merasa ini adalah unik. Otak manusia unik dan luar biasa.

Kemudian entah sejak kapan aku menjadi agak strict, haha, aku baca salah satu jurnal penelitian biologi yang berjudul misic memory and emotion (Jancke, 2008), penelitian yang menggunakan metode sistematic review,. Ternyata memang hal yang aku rasakan memang scientific, bisa dibuktikan secara ilmiah. Mendengarkan musik berhubungan dengan perasaan emosional yang kuat, mengaktifkan sistem limbik di otak yang merupakan tempat memori dan emosi. Beberapa penelitian dalam review tersebut menyebutkan bahwa musik bisa berhubungan dengan suatu kejadian tertentu. Informasi autobiografi atau tentang diri sendiri berhubungan dengan dengan melodi musik bangkit saat kita mendengarkan musik atau saat kita berada dalam suatu percakapan tentang musik yang relevan dan peristiwa dalam hidup kita di mana saat musik tersebut terdengar berarti. Dan kesimpulan dari hasil review penelitian tersebut adalah bahwa memori musik sangat terkait dengan daya tarik. Dengan demikian, emosi tidak hanya menonjolkan kenangan akan materi verbal atau visual tapi juga untuk potongan musik. Musik yang terdengar emosional dan telah kita dengar pada periode tertentu dalam hidup kita sangat terkait dengan ingatan otobiografi kita dan karenanya sangat terlibat dalam membentuk gambaran atau ingatan tentang diri kita sendiri. Dalam hal ini menarik untuk dicatat bahwa mendengarkan musik tidak hanya membuat peningkatan aliran darah di daerah otak yang terlibat dalam menghasilkan dan mengendalikan emosi, namun juga disertai dengan peningkatan dan perubahan aktivasi otak secara umum, jaringan yang banyak di daerah otak dan sistem saraf perifer. Dengan demikian, mendengarkan musik (bahkan saat kita mendengarkan secara pasif) mengaktifkan banyak fungsi psikologis (emosi, memori, perhatian, imagery) yang berada di jaringan otak yang terdistribusi dan tumpang tindih, jika musik memiliki pengaruh atau makna yang begitu kuat.

Minggu, 09 April 2017

The Meaning



Viktor Frankl- Orang yang Mengatasi Diri
            Viktor Frankl adaah seorang neurolog dan kepala rumah sakit di Wina Austria. Pada tahun 1942 terjadi peperangan dan pembantaian besar-besaran terhadap kaum yahudi oleh kelompok Nazi. Frankl masuk dalam dunia pembunuhan yang sangat kejam dan mengerikan. Pada tahun 1942 tersebut Frankl ditahan di sebuah camp penyiksaan Nazi. Keluarga dan teman-teman Frankl banyak yang dibunuh. Bahkan setiap orang yang berada di camp tersebut memiliki kemungkinan besar untuk dibunuh secara kejam. Hanya ada sedikit kemungkinan untuk selamat dari pembunuhan besar-besaran tersebut. Frankl menjadi salah satu orang yang bisa selamat dari pembunuhan di camp tersebut.
            Kesengsaraan dan kekejaman yang diterima Frankl selama di camp tersebut membuatnya semakin berpikir tentang apa makna kehidupan yang sebenarnya. Ia semakin berpikir bagaimana sebenarnya makna kehidupan jika berada dalam keadaan sangat menderita dan dekat dengan kematian. Banyak pemikirannya terlahir dari pengalamannya saat berada di keadaan yang mengerikan tersebut. Frankl menemukan jawaban arti dari kehidupan bahkan saat berada dalam keadaan menderita yaitu dengan tetap hidup, dan tetap menghadapinya.
            Saat berada di camp penyiksaan Frankl tekun menuliskan setiap pengalaman dan makna yang ia berikan pada pengalamannya pada secarik kertas. Ia menuliskan kengerian, dia yang seorang neurolog dan kepala rumah sakit namun pada saat terjadi peperangan dia disiksa dan diperbudak membuat parit, rel, dll. Dia mengatakan bahwa ia tidak kehilangan apapun kecuali kehidupannya yang telanjang dan mengerikan. Dari situ Frankl mengerti bahwa manusia dalam berbagai situasi memiliki pilihan atas tindakan-tindakannya. Kita mampu bertahan meskipun dalam situasi yang gelap.
            Setelah perang berakhir dan kembali ke Wina, Frankl kembali menjadi neurolog dan kepala bagian neurologi di rumah sakit di Wina dan sebagai profesor di bidang neurologi. Frankl merangkum karyanya tentang pentingnya kemauan akan eksistensi manusia dengan sistem yang dinamakan logotherapy. Logotherapy hingga kini mempunyai banyak pengikut terutama dari kalangan psikologi.
Pendekatan Frankl terhadap Kepribadian
            Pandangan Frankl tentang kesehatan psikologis ditekankan pada kemauan akan arti. Salah satu temuan Frankl yaitu logotherapy, logos yang diambil dari bahasa Yunani berarti “arti”. Sehingga logotherapy berbicara tentang terapi pada orang yang kehilangan arti dalam hidupnya. Logotherapy adalah terapi yang diberikan untuk orang yang ingin menemukan arti dalam hidupnya. Logotherapy lebih banyak teknik dari pada teori. Namun tetap dilandaskan pada teori dan filsafat. Teori yang digunakan yaitu terori kepribadian.
            Teori kodrat manusia berasal dari logotherapy berasal dari 3 hal, yaitu kebebasan kemauan, kemauan akan arti, dan arti kehidupan. Frankl tidak setuju jika kodrat manusia ditentukn oleh instink-instink biologis atau pengalaman masa anak-anak. Frenakl berpendapat bahwa walaupun manusia dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik namun kita sendiri punya kebabasan untuk memilih respon kita terhadap keadaan tersebut, dan mengatasi keadaan serta nasib. Tiang lain yang mendorong kita untuk memiliki kemauan akan arti dan arti kehidupan adalah kebutuhan kita yang terus menerus mencari arti untuk memberi suatu maksud bagi eksistensi kita. Semakin kita mampu mengatasi diri kita, memberi diri kita pada suatu tujuan maka semakin kita menjadi manusia sepenuhnya.
            Arti yang kita cari memerlukan tanggung jawab. Tidak ada orang lain bahkan oang terdekat yang mampu memberikan pengertian akan arti dan maksud kehidupan kita. Kita sendiri yang akan mencarinya dan bertahan setelah kita menemukannya. Seperti saat Frankl berada dalam kondisi sulit penuh menyiksaan, ia sendiri harus bertahan dan menemukan arti dari keadaan tersebut agar tetap bertahan.
            Kekurangan arti dalam kehidupan bagi Frankl merupakan keadaan neurosis, yaitu keadaan yang bercirikan tanpa arti, tanpa maksud, tanpa tujuan, dan hampa. Orang semacam itu tidak memiliki gairah dalam hidup maka orang semacam ini mengalami hal yang disebut kekosongan eksistensial, yang juga banyak terjadi di zaman modern ini.
            Banyak diantara ita yang menderita kebosanan dan masa bodoh terhadap keadaan neurosis. Hal ini sebagai akibat dari 2 kondisi yaitu, manusia sudah kehilangan instink-instink alaminya yang menghubungkan dirinya dengan alam. Ini berarti tingkah laku kita sudah tidak lagi dibimbing oleh instink alamiah, sehingga kita sendiri yang menentukan apa yang harus kita lakukan. Kemudian yang kedua, pada abad ke XX kita memiliki beberapa adat kebiasaan, tradisi, dan nila untuk menentukan tingkah laku kita. Kekuatan agama sudah menyusut sehingga kita didorong untuk bersandar pada diri kita sendiri.
            Menurut Frankl kekosongan eksistensial terjadi di berbagai kebudayaan, baik kapitalis maupun komunis. Untuk mengatasi hal tersebut kita harus menemukan arti dan maksud dalam hidup ini. Jika tidak kita akan mengalami sakit secara psikologis.
            Logotherapy mempunyai cara agar kita menemukan arti kehidupan, yaitu dengan memberi kepada dunia lewat suatu ciptaan, dengan sesuatu yang kita ambil dari dunia dalam pengalaman, dengan sikap yang kita ambil terhadap penderitaan.
Kodrat Eksistensi Manusia yang Sehat
Frankl percaya bahwa hakekat dari eksistensi manusia terdiri dari 3 hal, yaitu spiritualitas, kebebasan, dan tanggung kawab. Spiritualitas adalah hal yang sulitdidefinisikan. Spiritualitas tdak dihasilkan dari dunia materi. Lebih tepatnya jika kita memikirkan spiritualitas sebagai roh atau jiwa. Yang kedua adalah kebebasan, kita tidak didekte oleh instink-instink kita. Kita harus memiliki dan harus menentukan tngkah laku kita agar sehat secara psikologis. Orang-orang yang tidak mengalami kebebasan ini mungkin saja dikarenakan oleh kepercayaan determinisme atau mereka yang angat neurotis. Hal tersebut dapat mengganggu perkembangan manusia secara penuh. Yang ketiga adalah tanggung jawab. Tidak cukup merasa bebas untuk memilih tapi kita juga harus bertanggung jawab terhadap pilihan. Dengan cara menganggap bahwa kita sedang hidup untuk yang kedua kalinya namun kita malakukan kesalahan untuk yang pertama kalinya. Dengan cara demikian menurut Frankl kita berhadapan dengan situasi ini, kita akan tetap menyadari tanggung jawab berat yang kita miliki untuk setiap jam dan setiap hari. Oarang yang sehat akan menggunakan tanggung jawab ini agar kehidupan mereka tetap berkembang walaupun kodrat kehidupan mereka hanya sebentar dan bersifat fana. Suatu kehidupan yang penuh arti ditentukan oleh kualitas bukan oleh usia yang panjang.
Dorongan Kepribadian yang Sehat
            Dalam sistem Frankl mengenal suatu dorongan yang besar dan mengalahkan dorongan lain, yaitu dorongan kemauan kaan arti. Kemauan akan arti diperlukan bagi kesehatan psikologis pada saat kehupan sulit dan gawat. Tanpa arti kehidupan kita tidak mempunyai alasan untuk tetap hidup.
            Arti kehidupan bersifat istimewa dan khas. Setiap orang mempunyai arti kehidupan yang berbeda satu sama lain bahkan dari momen satu ke momen yang lain dalam satu orang bisa berbeda. Sama halnya dengan tugas-tugas individu. Karena tugas individu dan nasib adalah unik maka setiap orang harus mempunyai cara sendiri untuk memberikan respon. Dan apabila kita menemukan situasi yang berbeda kita harus menemukan arti yang berbeda untuk diberikan bagi kehidupan. Seperti yang dialami Frankl pada saat ia disiksa di camp. Dahulunya dia adalah seorang dokter yang terhormat dan berada di situasi aman, namun di camp tersebut ia hanyanya orang nomer sekian, dan hanya menjadi budak.
            Mencari arti dapat menjadi sesuatu yang membingungkan dan menantang, sehingga menambah tegangan. Frankl melihat tegangan tersebut menjadi salah satu syarat untuk menuju pada kesehatan psikologis. Suatu kepriadian yang sehat mengandung ketegangan tertentu antara apa yang tela dicapai dan apa yang harus dicapai.
            Frankl juga berbicara tentang nilai-nilai. Seperti arti kehidupan yang dituju oleh arti nilai-nilai itu adalah unik bagi setiap orang dan situasi. Nilai itu berubah-ubah dan fleksibel supaya menyesuaikan diri dengan bermacam-macam situasi di mana kita menyadari kemampuan kita sendiri. Nilai yang fundamental berhubungan dengan 3 cara kita memberi arti pada kehidupan. Yang pertama yaitu nilai daya cipta, yang berhubungan dengan aktivitas yang kreatif dan produktif. Arti kehidupan didapat melalui suatu karya dan ide yang ditujukan untuk orang lain. Yang kedua yaitu nilai pengalaman, yang menyangkut penerimaan dunia. Didapat dengan menyerahkan diri sendiri pada keindahan atau seni. Seperti arti kehidupan seorang musisi yang didapat saat momen tertentu di mana orang lain terhanyut dalam nada yang dia hasilkan. Kemudian nilai-nilai sikap. Frankl percaya bahwa nasib kita yang objektif tidak sama sekali mengecewakan dan destruktif seperti sikap yang kita anut terhadap nasib kita. Situasi yang menimbulkan niali sikap ialah situasi di mana kita tak mampu untuk mengubahnya atau menghindarinya atau kondisi nasib yang tidak dapat diubah. Jika menghadapi situasi sedemikian espon satu satunya adalah menerimanya.
Kodrat Orang yang Mengatasi Diri
            Orang yangs ehat secara psikologis telah bergerak keluar atau melampaui fokus pada diri. Pendapat ii berlawanan dengan ahli-ahli teori yang mengemukakan bahwa dorongan atau tujuan perkembangan manusia yang penuh ialah pemenuhan atau aktualisasi diri. Frankl mengemukakan bahwa pandangan serupa itu menggambarkan orang sebagai sistem yang tertutup, yang tidak menyangkut interaksi dengan dunia nyata atau dengan orang lain, tetapi hanya terfokus pada dirinya sendiri.
            Frankl menyatakan bahwa semakin banyak kita menyejar kesenangan maka justru kita semakin tidak menemukannya. Kenikmatan dan kebahagiaan terjadi dan menambah kesenangan hidup, tetapi kenikmatan dan kebahagiaan bukanlah tujuan hidup. Ia timbul secara spontan dari pemenuhan arti pencapaian tujuan di luar diri. Sehingga satu-satunya cara untuk aktualisasi diri adalah melalui pemenuhan arti di luar diri.
            Diibaratkan bumerang, orang berbalik pada diri mereka sendiri apabila mereka tidak dapat melihat arti dan maksud mereka di dunia. Menjadi sehat secara psikologis adalah bergerak keluar fokus pada diri, mengatasinya, menyerapi dalam arti dan tujuan seseorang. Berikut ciri orang yang sehat, bebas memilih langkah dan tindakan mereka sendiri, secara pribadi bertanggung jawab terhadap tingkah laku hidup, tidak ditentukan oleh kekuatan dari luar diri, menemukan arti dari kehidupan yang cocok dengan diri mereka sendiri, secara sadar mengontrol kehidupan mereka, mampu mnegungkapkan nilai-nilai daya cipta dan nilai pengalaman atau nilai sikap, mengatasi perhatian terhadap diri sendiri.
            Sifat lain dari orang-orang yang mengatasi diri ialah kemampuan mereka untuk memberi dan mererima cinta. Cinta adalah tujuan pokok manusia, keselamatan kita adalah melalui cinta dan dalam cinta. Bagi orang yang mencintai kita, kita menjadi orang yang sangat diperlukan dan tidak dapat digantikan.

Selasa, 20 Desember 2016

Random

That'a a beginning.. Aku dapatkan apa yang aku mau dengan mudah. Aku dapatkan impian sekaligus awal dari perjuangan ini tanpa ada hambatan. Lihaatt.. sahabat-sahabatku jatuh bangun untuk mendapatkan apa yang udah aku dapatkan. Bersyukur, harusnya aku bersyukur..
Entah aku ingin mengungkapkan apa, seperti ingin mengungkapkan harapan ini tidak mudah, harapan ini penuh uring-uringan. Masihkah kalian menginginkannya?
Keinginan yang telah tersusun sejak jauh-jauh-jauh hari. Keinginan yang persiapannya lama. Tapi sering kali menuai pertanyaan dari mulut ini, "Kok kayak gini, ya Allah..."
Yah.. sepertinya memang kayak gitu.

Selasa, 02 Juni 2015

I love the simple ways to love

Tak perlu aturan yang baku atau mencontek pasangan lain untuk tetap bahagia disampingmu
Awalnya aku masih belum paham bagaimana cara mencintaimu. Aturan-aturan mainstream kerap kali menjadi suatu tata tertib yang aku pegang. Sampai pelan-pelan aku sadar sebenarnya kita masih bisa bahagia hanya dengan hal-hal yang sederhana. Selama cinta hakekatnya masih memberi dan komitmen saling terjaga, aku paham kebahagiaan itu tidaklah rumit.

Mengingat Pertemuan Pertama Kita Membuatku Merasa Bahwa Skenario Tuhan Sangat Menarik. Kamu yang dipertemukan denganku di luar rencana, kita yang sekarang sedekat ini dahulu pernah tidak saling kenal. Saat itu kita hanya dua orang di antara ratusan orang yang sama sekali belum ada maghnet tarik menarik. Di tempat umum itu kita sibuk dengan urusan masing-masing. Siapa sangka, aku yang awalnya cuma kamu lihat dari kejauhan, kini sudah ada di sampingmu. Ku rasa skenario Tuhan memang penuh kejutan. Oya, terimakasih telah memperhatikan ku saat aku belum mulai memperhatikan mu :)

Bersua Dengan mu Merupakan Waktu yang Berkualitas
Aku sudah addict dengan cara mu membuatku tertawa, seakan aku memiliki komedian pribadi. Aku juga lupa caranya menyimpan rahasia saat bersua denganmu. Terbaca sudah antusiasku mendongeng tentang apa saja yg barusan terjadi di sekelilingku. Kamu pun begitu, kamu laki-laki cenderung pendiam namun punya otak yang bergejolak. Apa gagasan mu hari ini? Masihkah sekonyol dan seunik kemarin? Setiap hari aku selalu menunggu edisi baru nya. Wajar jika kita minim berfoto-foto ria atau check in sosial media, semua nya tak terpikirkan saat perbincangan lebih menarik dari pada gadget

Nama mu Merupakan Sesuatu yang Sangat Akrab Bagi ku
Kamu yang selalu aku panggil dengan sebutan nama, aku juga senang melihat nama mu tertera di daftar ponsel ku. Kita sudah cukup dewasa untuk memahami bahwa rasa sayang tidak diukur dengan panggilan kesayangan. Lagi pula panggilan sayang sama sekali tidak kita buang, sesekali saja agar terasa lebih berarti saat didengar, bukankah sangat berlebihan kalau aku memanggil mu dengan sebutan papa, papi, atau ayah. Kamu belum menjadi orang tua :D

Bertengkar Memang Menyebalkan, Namun Dari Situ Aku Belajar
Permasalahan bak ranjau di perjalanan kita. Entah itu aku yang kekanakan atau kamu yang egois, cukuplah membuat urat saraf kita tegang karena marah. Namun baru setelah berbulan-bulan bahkan bertaun aku bersamamu aku sadar semua itu membuatku belajar. Aku beruntung pernah bertengkar denganmu, lebih merasa beruntung lagi karena bisa menyelesaikan pertengkaran. Sekarang jangan khawatir, jika terpaksanya aku harus bertengkar denganmu, itu hanya sebentar. Bahkan aku tak akan membawa permasalahan kita sampai tidur.

Fisikmu yang Terkadang Membuatku Terpesona Hanyalah Nilai Plus
Kamu yang mempunyai tubuh idaman. Terkadang membuatku melirik sepatu hak tinggi demi menyerasikan postur tubuhku denganmu. Sungguh tubuh yang jelas melindungiku, namun aku bahagia tubuh maskulin itu menyandarkan lelahnya di bahu kecil ini
Kamu yang juga berwajah ...... hmmm.. Apa yaa... Yang jelas wajah favoritku. Setiap wanita pasti berpendapat bahwa pasangannya berwajah tampan. Namun jika ada wanita lain yang sependapat denganku, aku hargai. Berarti itu merupakan keberuntunganku :D

Senin, 29 Desember 2014

Aku Ingin..

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

― Sapardi Djoko Damono

Kamis, 25 September 2014

My Point of view about Marriage

Ucapan selamat tinggal pada masa remaja seharusnya sudah aku ucapkan sejak aku mengarungi usia berkepala 2. sekarang umurku 22 tahun. Galau? iya galau. Kenapa aku galau? karena pengen nikah? bukan, bukan cuma itu. Karena sekarang aku berkeinginan harusnya bukan sekedar berkeinginan. Masa anak-anak yang jujur tanpa beban dan menyenangkan sudah lama lewat. Masa remaja yang badung juga baru saja sudah lewat. Kini aku masuk usia dewasa awal. Di masa dewasa ini dunia sosial dan personal dari diri menjadi lebih luas dan kompleks dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.
Masa dewasa masa dimana aku mempunya dorongan lebih kuat untuk menjalin hubungan yang akrab dengan orang, menjalin hubungan yang intim dengan teman hidup, dan berkeluarga. Penyelesaian masa studi dan berburu gelar sudah menjadi makanan wajib untukku. Semua itu untuk apa? ya, untuk hidupku, untuk hidup yang aku bangun sendiri bukan lagi di bawah payung perlindungan kedua orang tuaku. semua urusan yang sekarang masih menjadi tanggungan mereka akan dilimpahkan padaku dan teman hidupku sepenuhnya. Pasti, nanti pasti aku akan menikah.
Menikah adalah kesediaan sepasang individu untuk menjalin hubungan lahir dan batin yang kekal, dan diakui oleh agama, masyarakat, dan hukum. Kedengarannya simple dan menyenangkan bukan? Kita akan hidup bersama dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita. Berapa banyak waktu yang kita inginkan untuk bersamanya mudah saja untuk dilakukan. Tapi ingatlah, sepertinya menikah tidak sesimple itu. Menikah berarti aku bukan lagi sendiri, yang seenaknya melakukan hal yang ingin aku lakukan. Menikah artinya menyatukan dua individu dalam segala hal. Segala sesuatu akan menjadi lebih kompleks, emosional sebagai hal yang abstrak pun bisa menjadi masalah yang mengancam kapan saja selama 24 jam. Am I ready?
Mungkin ini baru point of view seorang yang masih awam aja tentang pernikahan. Baru bisa memandang ke arah itu. Mungkin baru mulai melangkahkan satu kaki untuk menujunya. Hubungan interpersonal yang spesial dengan lawan jenis pernah dan mungkin termasuk sering aku jalani. mengenal pribadi satu dengan yang lain. Setiap orang pasti berbeda. Dan aku akui aku juga mengalami kesulitan dalam hal yang lagi-lagi juga merupakan hal yang abstrak. Menyesuaikan kepribadian, dan berusaha untuk tidak membandingkan pacar dengan orang lain. ya, itu secara tidak sadar aku melupakannya. Aku sangat emosional dalam menjalin hubungan. Itu baru hubungan dimana aku dengan pacar hanya bertemu maksimal 8 jam, sudah sering bertengkar hebat. Tentu aku harus berpikir lebih jauh lagi kalau mau membehas tentang pernikahan. Thats it, baru satu masalah sudah rumit sepertinya. Di sana aku masih melihat banyak hal yang juga harus disesuaikan, bahkan semua hal. mulai dari gaya hidup, sampai hubungan keluarga besar. hmmm...
Sekarang aku baru melihat ke arah itu dengan menggunakan "keker". Namun fokusku bukan hanya sekedar ke sana, aku harus fokus dengan langkah kakiku yang sudah mulai melangkah. Studiku harus selesai demi mempertiapkan ke arahnya. finansial harus aku perbaiki demi ke arah sana juga, kepribadian pun juga hatus aku renovasi, dan memantapkan pilihan pada seseorang untuk menjadi partner perjalanan ku sampai destinasi "kami". Sampai saat ini perhatian ku masih tertambat pada seorang laki-laki yang menurutku tampan, tegas, dan bisa membuatku mengangguk pada kritik dan nasehatnya yang menjadikan aku dari pribadi yang sangat emosional pada pribadi  lebih baik :')

That's my point of view :)