Awalnya aku masih belum paham bagaimana cara mencintaimu. Aturan-aturan mainstream kerap kali menjadi suatu tata tertib yang aku pegang. Sampai pelan-pelan aku sadar sebenarnya kita masih bisa bahagia hanya dengan hal-hal yang sederhana. Selama cinta hakekatnya masih memberi dan komitmen saling terjaga, aku paham kebahagiaan itu tidaklah rumit.
Mengingat Pertemuan Pertama Kita Membuatku Merasa Bahwa Skenario Tuhan Sangat Menarik. Kamu yang dipertemukan denganku di luar rencana, kita yang sekarang sedekat ini dahulu pernah tidak saling kenal. Saat itu kita hanya dua orang di antara ratusan orang yang sama sekali belum ada maghnet tarik menarik. Di tempat umum itu kita sibuk dengan urusan masing-masing. Siapa sangka, aku yang awalnya cuma kamu lihat dari kejauhan, kini sudah ada di sampingmu. Ku rasa skenario Tuhan memang penuh kejutan. Oya, terimakasih telah memperhatikan ku saat aku belum mulai memperhatikan mu :)
Bersua Dengan mu Merupakan Waktu yang Berkualitas
Aku sudah addict dengan cara mu membuatku tertawa, seakan aku memiliki komedian pribadi. Aku juga lupa caranya menyimpan rahasia saat bersua denganmu. Terbaca sudah antusiasku mendongeng tentang apa saja yg barusan terjadi di sekelilingku. Kamu pun begitu, kamu laki-laki cenderung pendiam namun punya otak yang bergejolak. Apa gagasan mu hari ini? Masihkah sekonyol dan seunik kemarin? Setiap hari aku selalu menunggu edisi baru nya. Wajar jika kita minim berfoto-foto ria atau check in sosial media, semua nya tak terpikirkan saat perbincangan lebih menarik dari pada gadget
Nama mu Merupakan Sesuatu yang Sangat Akrab Bagi ku
Kamu yang selalu aku panggil dengan sebutan nama, aku juga senang melihat nama mu tertera di daftar ponsel ku. Kita sudah cukup dewasa untuk memahami bahwa rasa sayang tidak diukur dengan panggilan kesayangan. Lagi pula panggilan sayang sama sekali tidak kita buang, sesekali saja agar terasa lebih berarti saat didengar, bukankah sangat berlebihan kalau aku memanggil mu dengan sebutan papa, papi, atau ayah. Kamu belum menjadi orang tua :D
Bertengkar Memang Menyebalkan, Namun Dari Situ Aku Belajar
Permasalahan bak ranjau di perjalanan kita. Entah itu aku yang kekanakan atau kamu yang egois, cukuplah membuat urat saraf kita tegang karena marah. Namun baru setelah berbulan-bulan bahkan bertaun aku bersamamu aku sadar semua itu membuatku belajar. Aku beruntung pernah bertengkar denganmu, lebih merasa beruntung lagi karena bisa menyelesaikan pertengkaran. Sekarang jangan khawatir, jika terpaksanya aku harus bertengkar denganmu, itu hanya sebentar. Bahkan aku tak akan membawa permasalahan kita sampai tidur.
Fisikmu yang Terkadang Membuatku Terpesona Hanyalah Nilai Plus
Kamu yang mempunyai tubuh idaman. Terkadang membuatku melirik sepatu hak tinggi demi menyerasikan postur tubuhku denganmu. Sungguh tubuh yang jelas melindungiku, namun aku bahagia tubuh maskulin itu menyandarkan lelahnya di bahu kecil ini
Kamu yang juga berwajah ...... hmmm.. Apa yaa... Yang jelas wajah favoritku. Setiap wanita pasti berpendapat bahwa pasangannya berwajah tampan. Namun jika ada wanita lain yang sependapat denganku, aku hargai. Berarti itu merupakan keberuntunganku :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar