Viktor Frankl- Orang yang Mengatasi
Diri
Viktor Frankl adaah seorang neurolog
dan kepala rumah sakit di Wina Austria. Pada tahun 1942 terjadi peperangan dan
pembantaian besar-besaran terhadap kaum yahudi oleh kelompok Nazi. Frankl masuk
dalam dunia pembunuhan yang sangat kejam dan mengerikan. Pada tahun 1942
tersebut Frankl ditahan di sebuah camp penyiksaan Nazi. Keluarga dan
teman-teman Frankl banyak yang dibunuh. Bahkan setiap orang yang berada di camp
tersebut memiliki kemungkinan besar untuk dibunuh secara kejam. Hanya ada
sedikit kemungkinan untuk selamat dari pembunuhan besar-besaran tersebut.
Frankl menjadi salah satu orang yang bisa selamat dari pembunuhan di camp
tersebut.
Kesengsaraan dan kekejaman yang
diterima Frankl selama di camp tersebut membuatnya semakin berpikir tentang apa
makna kehidupan yang sebenarnya. Ia semakin berpikir bagaimana sebenarnya makna
kehidupan jika berada dalam keadaan sangat menderita dan dekat dengan kematian.
Banyak pemikirannya terlahir dari pengalamannya saat berada di keadaan yang
mengerikan tersebut. Frankl menemukan jawaban arti dari kehidupan bahkan saat
berada dalam keadaan menderita yaitu dengan tetap hidup, dan tetap
menghadapinya.
Saat berada di camp penyiksaan
Frankl tekun menuliskan setiap pengalaman dan makna yang ia berikan pada
pengalamannya pada secarik kertas. Ia menuliskan kengerian, dia yang seorang
neurolog dan kepala rumah sakit namun pada saat terjadi peperangan dia disiksa
dan diperbudak membuat parit, rel, dll. Dia mengatakan bahwa ia tidak
kehilangan apapun kecuali kehidupannya yang telanjang dan mengerikan. Dari situ
Frankl mengerti bahwa manusia dalam berbagai situasi memiliki pilihan atas
tindakan-tindakannya. Kita mampu bertahan meskipun dalam situasi yang gelap.
Setelah perang berakhir dan kembali
ke Wina, Frankl kembali menjadi neurolog dan kepala bagian neurologi di rumah
sakit di Wina dan sebagai profesor di bidang neurologi. Frankl merangkum
karyanya tentang pentingnya kemauan akan eksistensi manusia dengan sistem yang
dinamakan logotherapy. Logotherapy hingga kini mempunyai banyak pengikut
terutama dari kalangan psikologi.
Pendekatan Frankl terhadap
Kepribadian
Pandangan Frankl tentang kesehatan
psikologis ditekankan pada kemauan akan arti. Salah satu temuan Frankl yaitu
logotherapy, logos yang diambil dari bahasa Yunani berarti “arti”. Sehingga
logotherapy berbicara tentang terapi pada orang yang kehilangan arti dalam
hidupnya. Logotherapy adalah terapi yang diberikan untuk orang yang ingin
menemukan arti dalam hidupnya. Logotherapy lebih banyak teknik dari pada teori.
Namun tetap dilandaskan pada teori dan filsafat. Teori yang digunakan yaitu
terori kepribadian.
Teori kodrat manusia berasal dari
logotherapy berasal dari 3 hal, yaitu kebebasan kemauan, kemauan akan arti, dan
arti kehidupan. Frankl tidak setuju jika kodrat manusia ditentukn oleh
instink-instink biologis atau pengalaman masa anak-anak. Frenakl berpendapat
bahwa walaupun manusia dipengaruhi oleh faktor ekstrinsik namun kita sendiri
punya kebabasan untuk memilih respon kita terhadap keadaan tersebut, dan
mengatasi keadaan serta nasib. Tiang lain yang mendorong kita untuk memiliki
kemauan akan arti dan arti kehidupan adalah kebutuhan kita yang terus menerus
mencari arti untuk memberi suatu maksud bagi eksistensi kita. Semakin kita
mampu mengatasi diri kita, memberi diri kita pada suatu tujuan maka semakin
kita menjadi manusia sepenuhnya.
Arti yang kita cari memerlukan
tanggung jawab. Tidak ada orang lain bahkan oang terdekat yang mampu memberikan
pengertian akan arti dan maksud kehidupan kita. Kita sendiri yang akan
mencarinya dan bertahan setelah kita menemukannya. Seperti saat Frankl berada
dalam kondisi sulit penuh menyiksaan, ia sendiri harus bertahan dan menemukan
arti dari keadaan tersebut agar tetap bertahan.
Kekurangan arti dalam kehidupan bagi
Frankl merupakan keadaan neurosis, yaitu keadaan yang bercirikan tanpa arti,
tanpa maksud, tanpa tujuan, dan hampa. Orang semacam itu tidak memiliki gairah
dalam hidup maka orang semacam ini mengalami hal yang disebut kekosongan
eksistensial, yang juga banyak terjadi di zaman modern ini.
Banyak diantara ita yang menderita
kebosanan dan masa bodoh terhadap keadaan neurosis. Hal ini sebagai akibat dari
2 kondisi yaitu, manusia sudah kehilangan instink-instink alaminya yang menghubungkan
dirinya dengan alam. Ini berarti tingkah laku kita sudah tidak lagi dibimbing
oleh instink alamiah, sehingga kita sendiri yang menentukan apa yang harus kita
lakukan. Kemudian yang kedua, pada abad ke XX kita memiliki beberapa adat
kebiasaan, tradisi, dan nila untuk menentukan tingkah laku kita. Kekuatan agama
sudah menyusut sehingga kita didorong untuk bersandar pada diri kita sendiri.
Menurut Frankl kekosongan
eksistensial terjadi di berbagai kebudayaan, baik kapitalis maupun komunis.
Untuk mengatasi hal tersebut kita harus menemukan arti dan maksud dalam hidup
ini. Jika tidak kita akan mengalami sakit secara psikologis.
Logotherapy mempunyai cara agar kita
menemukan arti kehidupan, yaitu dengan memberi kepada dunia lewat suatu
ciptaan, dengan sesuatu yang kita ambil dari dunia dalam pengalaman, dengan
sikap yang kita ambil terhadap penderitaan.
Kodrat Eksistensi Manusia yang
Sehat
Frankl
percaya bahwa hakekat dari eksistensi manusia terdiri dari 3 hal, yaitu
spiritualitas, kebebasan, dan tanggung kawab. Spiritualitas adalah hal yang
sulitdidefinisikan. Spiritualitas tdak dihasilkan dari dunia materi. Lebih
tepatnya jika kita memikirkan spiritualitas sebagai roh atau jiwa. Yang kedua
adalah kebebasan, kita tidak didekte oleh instink-instink kita. Kita harus
memiliki dan harus menentukan tngkah laku kita agar sehat secara psikologis.
Orang-orang yang tidak mengalami kebebasan ini mungkin saja dikarenakan oleh
kepercayaan determinisme atau mereka yang angat neurotis. Hal tersebut dapat
mengganggu perkembangan manusia secara penuh. Yang ketiga adalah tanggung
jawab. Tidak cukup merasa bebas untuk memilih tapi kita juga harus bertanggung
jawab terhadap pilihan. Dengan cara menganggap bahwa kita sedang hidup untuk
yang kedua kalinya namun kita malakukan kesalahan untuk yang pertama kalinya.
Dengan cara demikian menurut Frankl kita berhadapan dengan situasi ini, kita
akan tetap menyadari tanggung jawab berat yang kita miliki untuk setiap jam dan
setiap hari. Oarang yang sehat akan menggunakan tanggung jawab ini agar
kehidupan mereka tetap berkembang walaupun kodrat kehidupan mereka hanya
sebentar dan bersifat fana. Suatu kehidupan yang penuh arti ditentukan oleh
kualitas bukan oleh usia yang panjang.
Dorongan Kepribadian yang Sehat
Dalam sistem Frankl mengenal suatu
dorongan yang besar dan mengalahkan dorongan lain, yaitu dorongan kemauan kaan
arti. Kemauan akan arti diperlukan bagi kesehatan psikologis pada saat kehupan
sulit dan gawat. Tanpa arti kehidupan kita tidak mempunyai alasan untuk tetap
hidup.
Arti kehidupan bersifat istimewa dan
khas. Setiap orang mempunyai arti kehidupan yang berbeda satu sama lain bahkan
dari momen satu ke momen yang lain dalam satu orang bisa berbeda. Sama halnya
dengan tugas-tugas individu. Karena tugas individu dan nasib adalah unik maka
setiap orang harus mempunyai cara sendiri untuk memberikan respon. Dan apabila
kita menemukan situasi yang berbeda kita harus menemukan arti yang berbeda
untuk diberikan bagi kehidupan. Seperti yang dialami Frankl pada saat ia
disiksa di camp. Dahulunya dia adalah seorang dokter yang terhormat dan berada
di situasi aman, namun di camp tersebut ia hanyanya orang nomer sekian, dan
hanya menjadi budak.
Mencari arti dapat menjadi sesuatu
yang membingungkan dan menantang, sehingga menambah tegangan. Frankl melihat
tegangan tersebut menjadi salah satu syarat untuk menuju pada kesehatan
psikologis. Suatu kepriadian yang sehat mengandung ketegangan tertentu antara
apa yang tela dicapai dan apa yang harus dicapai.
Frankl juga berbicara tentang
nilai-nilai. Seperti arti kehidupan yang dituju oleh arti nilai-nilai itu
adalah unik bagi setiap orang dan situasi. Nilai itu berubah-ubah dan fleksibel
supaya menyesuaikan diri dengan bermacam-macam situasi di mana kita menyadari
kemampuan kita sendiri. Nilai yang fundamental berhubungan dengan 3 cara kita
memberi arti pada kehidupan. Yang pertama yaitu nilai daya cipta, yang
berhubungan dengan aktivitas yang kreatif dan produktif. Arti kehidupan didapat
melalui suatu karya dan ide yang ditujukan untuk orang lain. Yang kedua yaitu
nilai pengalaman, yang menyangkut penerimaan dunia. Didapat dengan menyerahkan
diri sendiri pada keindahan atau seni. Seperti arti kehidupan seorang musisi
yang didapat saat momen tertentu di mana orang lain terhanyut dalam nada yang
dia hasilkan. Kemudian nilai-nilai sikap. Frankl percaya bahwa nasib kita yang
objektif tidak sama sekali mengecewakan dan destruktif seperti sikap yang kita
anut terhadap nasib kita. Situasi yang menimbulkan niali sikap ialah situasi di
mana kita tak mampu untuk mengubahnya atau menghindarinya atau kondisi nasib
yang tidak dapat diubah. Jika menghadapi situasi sedemikian espon satu satunya
adalah menerimanya.
Kodrat Orang yang Mengatasi Diri
Orang yangs ehat secara psikologis
telah bergerak keluar atau melampaui fokus pada diri. Pendapat ii berlawanan
dengan ahli-ahli teori yang mengemukakan bahwa dorongan atau tujuan
perkembangan manusia yang penuh ialah pemenuhan atau aktualisasi diri. Frankl
mengemukakan bahwa pandangan serupa itu menggambarkan orang sebagai sistem yang
tertutup, yang tidak menyangkut interaksi dengan dunia nyata atau dengan orang
lain, tetapi hanya terfokus pada dirinya sendiri.
Frankl menyatakan bahwa semakin
banyak kita menyejar kesenangan maka justru kita semakin tidak menemukannya.
Kenikmatan dan kebahagiaan terjadi dan menambah kesenangan hidup, tetapi
kenikmatan dan kebahagiaan bukanlah tujuan hidup. Ia timbul secara spontan dari
pemenuhan arti pencapaian tujuan di luar diri. Sehingga satu-satunya cara untuk
aktualisasi diri adalah melalui pemenuhan arti di luar diri.
Diibaratkan bumerang, orang berbalik
pada diri mereka sendiri apabila mereka tidak dapat melihat arti dan maksud
mereka di dunia. Menjadi sehat secara psikologis adalah bergerak keluar fokus pada
diri, mengatasinya, menyerapi dalam arti dan tujuan seseorang. Berikut ciri
orang yang sehat, bebas memilih langkah dan tindakan mereka sendiri, secara
pribadi bertanggung jawab terhadap tingkah laku hidup, tidak ditentukan oleh
kekuatan dari luar diri, menemukan arti dari kehidupan yang cocok dengan diri
mereka sendiri, secara sadar mengontrol kehidupan mereka, mampu mnegungkapkan
nilai-nilai daya cipta dan nilai pengalaman atau nilai sikap, mengatasi
perhatian terhadap diri sendiri.
Sifat lain dari orang-orang yang
mengatasi diri ialah kemampuan mereka untuk memberi dan mererima cinta. Cinta
adalah tujuan pokok manusia, keselamatan kita adalah melalui cinta dan dalam
cinta. Bagi orang yang mencintai kita, kita menjadi orang yang sangat
diperlukan dan tidak dapat digantikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar