Jumat, 12 Juni 2020

Menikah



Menikah menurut saya bukan sebatas perkara bosan sendiri, menikah bukan sebuah euforia dan kesombongan "akhirnya laku juga", bukan pula kemewahan puluhan juta dalam sehari. Semuanya membuat berpikir terlalu dangkal dan melupakan dalamnya arti sebuah peristiwa pernikahan.
Menikah justru merupakan sebuah keberserahan diri pada Sang Pencipta, bahwa memang Ia akan mempertemukan kita dengan seseorang yang memang sudah tercatat di lauhul mahfudz, jauh, jauh sebelum manusia ada di dunia. Luar biasa.
Lalu peristiwa ijab qobul yang merupakan gerbang, akan mengubah suatu yang haram menjadi halal, dihadiri oleh saksi-saksi, bukan hanya manusia namun juga malaikat turut menyaksikan. Kalimat ijab qobul bukan hanya sebagai cuitan belaka namun itulah perjanjian sakral di hadapan Sang Pencipta, bahwa telah beralihnya tanggung jawab atas seorang wanita dari ayah kandung kepada laki-laki yang  kemudian disebut suami. Tunduklah sejak saat itu wanita yang menjadi seorang istri kepada suami sebagai surganya. Sangat sakral..
Sekali lagi, menikah bukan sekedar euforia apalagi kesombongan..
Kehidupan selama pernikahan, bukan merupakan akhir sebuah kegundahan dan menyambut suka cita belaka. Hidup dalam pernikahan sama seperti hidup saat masih sendiri, ada bahagianya ada juga masalahnya. Yang berbeda hidup dalam pernikahan semua dijalani dengan cara berbagi, berbagi kebahagiaan maupun berbagi masalah, pun dalam menyelesaikan masalahnya. Kata "saling" juga tak luput dalam hal menguatkan dan mengingatkan agar tetap berada di jalan-Nya. Kemudian hati menjadi tentram, kasih sayang tercurahkan, dan satu sama lain mampu menerima. Itulah harapan-harapan yang tersemat dari kata sakinah mawaddah warahmah.
Dalam prosesnya dua insan akan terus belajar. Belajar dan beribadah seumur hidup, dalam suatu pernikahan..
Masya Allah..
Aku mensyukuri peristiwa sakral yang telah terjadi di hidupku. 23 November 2019 menjadi awal hidup baruku, saat ayahku mengucapkan kalimat ijab dan dijawab dengan kalimat qobul oleh seorang lelaki yang kini selalu ada di sampingku, imamku. Semoga kita selalu berada di jalan-Nya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar